Perbedaan Susu Segar, Susu Uht, Susu Kental Manis

Susu Segar
Tidak semua kita mengetahui apa perbedaan bermacam-macam jenis susu yang tersedia di pasaran. Kali ini Blog kecil ini mencoba mengulas perbedaannya untuk Anda. Perbedaan ini perlu diketahui supaya kita tahu bagaimana mengolah susu tersebut dengan impian kandungan nilai gizi yang tersimpan dalam susu tidak hilang jawaban ketidaktahuan kita.

Saat ini di pasaran telah beredar bermacam-macam susu cair. Susu cair lebih infinit kalau disimpan dalam kemasan yang baik. Di Pasaran bermacam-macam label diberikan untuk jenis susu cair ini mirip susu segar, susu pasteurisasi, susu sterilisasi atau susu UHT (Ultra High Temperature). Tahukah Anda, semua jenis susu tersebut mempunyai kandungan gizi yang sama dikarenakan telah diformulasikan sama dengan susu segar. Namun dibanding susu segar, aneka susu yang telah mengalami proses pengolahan tadi mempunyai kelebihan, yakni waktu simpan yang lebih lama.

Nah berikut beberapa perbedaan antara susu segar, susu pasteurisasi, susu sterilisasi atau susu UHT (Ultra High Temperature) mirip yang saya kutip dari postingan salah satu situs, silahkan disimak :

SUSU SEGAR
  • Susu segar ialah susu dari sapi, kerbau, kuda, kambing atau domba yang sehat dan tidak tercampur kolostrum.
  • Syarat susu segar yang baik: mengandung tidak kurang dari 3,25 persen lemak susu dan 8,25 persen padatan bukan lemak.
  • Tidak mengandung tambahan air, materi tambahan pangan dan antibiotik, serta belum mengalami perubahan warna, bacin dan kekentalan.
  • Memiliki citarasa paling baik dibanding susu cair yang telah diproses alasannya kandungan asam lemak susu (asam butirat) masih bagus.
  • Demi menjaga keamanan pangan, susu segar yang akan diminum eksklusif sebaiknya diproses terlebih dulu. Caranya, dengan memanaskannya hingga mencapai suhu 70รบ80 derajat Celcius selama 5-10 menit. Jadi, jangan hingga mendidih supaya emulsi susu tidak pecah.
  • Susu segar yang telah diproses harus segera diminum dan habis dikala itu juga. Bila disimpan dalam suhu ruang dikhawatirkan mikroba-mikroba yang ada di udara bebas akan merusak susu tersebut. Masa simpan dalam suhu ruang tak lebih dari 2 jam.
  • Bila disimpan dalam lemari pendingin, kemungkinan bisa bertahan selama 12 jam. Namun usahakan memakai wadah yang telah disterilisasi (dapat memakai gelas atau botol gelas yang telah direbus).
  • Mikroba yang berada di udara akan mencemari susu segar yang telah diperah. Ini alasannya kondisi suhu udara dan tingkat kelembapan di Indonesia tinggi (rata-rata 28° - 30° C).
SUSU UHT (ULTRA HIGH TEMPERATURE)
  • Susu segar atau susu rekonstitusi atau susu rekombinasi yang disterilkan pada suhu tidak kurang dari 135° C selama 2 detik dan segera dikemas dalam kemasan steril.
  • Pemanasan dengan suhu mencapai 135° C sudah bisa membunuh basil yang ada.
  • Citarasa susunya sudah tidak terlalu cantik dikarenakan telah melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi.
  • Kelebihan proses ini tidak menghilangkan kandungan nutrisi mikro, mirip vitamin dan mineral.
  • Kandungan gizinya telah diformulasikan mirip susu segar dan susu formula bubuk. Kandungannya tidak kurang dari 3,25 persen lemak susu dan 8,25 persen padatan bukan lemak.
  • Dapat disimpan dalam suhu ruangan.
  • Waktu penyimpanan mencapai 6 bulan hingga dengan setahun untuk kemasan yang belum dibuka.
SUSU STERILISASI
  • Beberapa produsen susu mengeluarkan produk susu "penambah energi". Kandungan kalori, protein, dan mineralnya memang lebih tinggi dibandingkan susu formula lainnya. Alhasil, energi yang masuk ke badan anak pun diyakini secara otomatis lebih tinggi. Selain itu, susu jenis ini memang lebih gampang diserap oleh pencernaan alasannya komposisi lemaknya berbentuk MCT (Medium Chain Triglycerides). Bahkan, susunan asam amino yang terkadung di dalamnya pun tergolong lengkap untuk melaksanakan sintesa protein.
  • Biasanya, susu ini dikategorikan sebagai sajian tambahan atau pelengkap. Namun mengingat kandungan zat gizinya memang terbilang komplet, susu penambah energi ini boleh dikatakan sebagai pengganti makanan. Meski demikian bukan berarti anak hanya mengonsumsi susu ini dan tak perlu lagi menyantap kuliner yang lain.
  • Susu penambah energi sebaiknya diberikan pada anak yang nafsu makannya tergolong jelek atau rendah. Namun sekali lagi, alangkah baiknya bila orang renta lebih dulu berkonsultasi dengan dokter anak atau mahir gizi anak untuk mencari tahu apa penyebab buruknya nafsu makan si kecil. Apakah alasannya gangguan medis atau ada faktor psikologis, semisal bosan dengan sajian kuliner yang itu-itu saja maupun suasana makan yang tidak menyenangkan.
SUSU PASTEURISASI
  • Susu pasteurisasi ialah susu segar yang dipanaskan dengan metode high temperature short time atau dengan metode holding dan segera dikemas dalam kemasan steril. Selain susu segar, proses pengawetan dengan cara pasteurisasi diterapkan pula pada susu rekonstitusi dan susu rekombinasi. Susu rekonstitusi ialah susu cair yang disiapkan dengan penambahan air pada debu susu berlemak ( full cream), atau debu susu skim, atau debu susu rendah lemak. Sedangkan susu rekombinasi ialah susu cair yang dihasilkan dari adonan komponen susu (susu skim, krim) dan air.
  • Suhu dikala dilakukan pemanasan mencapai 65° C hingga 80° C supaya sanggup mematikan basil penyebab penyakit.
  • Kandungan gizi susu pasteurisasi telah diformulasikan sama dengan susu segar dan susu formula bubuk. Kandungan lemak susunya tidak kurang dari 3,25 persen dan 8,25 persen padatan bukan lemak.
  • Citarasa susunya masih baik alasannya tidak melalui proses pemanasan yang tinggi.
  • Masa simpannya antara 5-7 hari pada suhu 4° C atau dalam lemari pendingin.
SUSU KENTAL MANIS
  • Produk susu kental manis diperoleh dengan cara menghilangkan sebagian air melalui proses evaporasi (penguapan) sehingga diperoleh kepekatan tertentu.
  • Kandungan gizinya berbeda dari susu segar. Bahkan kandungan vitaminnya lebih rendah bila dibandingkan dengan susu segar. Susu jenis ini memang tidak ditujukan untuk pemenuhan contoh 4 sehat 5 sempurna. Lebih banyak dipakai sebagai adonan materi masakan.
  • Kandungan gula dan lemaknya sangat tinggi, sehingga tidak cocok diberikan kepada bayi.
  • Produk ini sanggup digolongkan sebagai produk dengan masa kedaluwarsa panjang alasannya tingginya kandungan gula yang sanggup mencegah pertumbuhan mikroba. Kemasan yang belum dibuka bisa bertahan hingga 2 tahun. Sedangkan kemasan yang sudah dibuka hanya bisa bertahan kurang lebih 2 bulan, itu pun bila disimpan dalam lemari pendingin.
Sekian postingan ihwal Perbedaan Susu Segar, Susu UHT, Susu Sterilisasi, dan Susu Kental Manis, semoga bermanfaat

Sumber Artikel : forum.detik.com

Posting Komentar

0 Komentar